Palopo –  Rute perjalanan masyarakat dari Mancani ke Salubattang, Kec.Telluwanua atau sebaliknya kini memiliki jalur yang lebih ringkas dari rute biasanya. Jika dahulu untuk masyarakat yang ingin menuju ke Marobo, Salubattang harus memutar lebih jauh melalui trans Sulawesi, kini warga punya jalur alternativ yang cukup mulus dan tidak padat dilalui  kendaraan bermotor sebagaimana jika harus melintas lewat trans Sulawesi.  Jalur tersebut melintasi lingkungan Rare, RW V kelurahan Pentonjangan, Kecamatan Telluwanua-Palopo. Jalur yang menghubungkan Salubattang ke Mancani menelan anggaran sekitar Rp.11 Milyar tampak mulus dengan balutan aspal hotmix.

Pjs.Wali Kota Palopo Andi Arwien Azis, S.STP didampingi lurah Pentojangan berkesempatan melakukan peninjauan di jalur yang melintasi kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mancani tersebut,pda sabtu siang(9/6/2018). Dalam kesempatan itu, selain melihat dan mengecek kondisi kualitas aspal ruas jalan sepanjang 4 kilometer tersebut, Pjs.Wali Kota bahkan mengemudikan sendiri kendaraan dinasnya saat melintasi jalur yang tampak eksostis dengan pemandangan alam tersebut. “ Selesainya pembangunan jalan yang menghubungkan dua kelurahan ini tentu sangat membantu masyarakat dalam menunjang aktivitas kesehariaannya, dan ini sangat potensi untuk mendukung olahraga bersepeda maupun pengembangan wisata kuliner “ ujarnya saat berada di lokasi.

Sementara itu, lurah Pentojangan Idil Borahima yang mendampingi Pjs.Wali Kota Palopo mengatakan bahwa masyarakat sangat bersyukur dengan selesainya jalan tersebut, seraya berharap agar kedepan pemerintah Kota Palopo dapat memfasilitasi penerang jalan umum sepanjang ruas jalan itu agar pada malam hari tidak gelap. “ Kondisi PJU yang ada sekarang ini masih sangat redup pak wali “ ujarnya penuh harap. ( herawan_Diskominfo Palopo )