Palopo- Dalam rangka mewujudkan Nanggala sebagai taman wisata alam, Kementrian Lingkungan Hidup dan kehutanan menggelar konsultasi publik terkait rencana pengelolaan jangka panjang kawasan hutan nanggala di Hotel Value-Palopo, senin(8/10/2018). Menurut ketua panitia pelaksanaan bahwa pelaksanaan konsultasi publik TWA Nanggala III tahun 2018 ini  merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilaksankan pada tahun 2015 dan tahun 2017 yang masih mengalami kendala dan kebuntuan dalam hal penataan bloknya.

Peserta konsultasi publik sebanyak 30 orang yang merupakan unsur terkait mengenai TWA Nanggala III yang terdiri dari BBKSDA SulSel, Perangkat Daerah lingkup Pemkot Palopo, Polres Kota Palopo, Perwakilan Kodim 1403 Sawergading, Perwakilan Univeristas Andi Djemma, LSM Wallacea, Gapoktanhut Tandung Billa, Direktur Puri Rimba dan perwakilan tokoh masyakrat/tokoh adat/tokoh agama di Battang Barat.

Sekda Kota Palopo H.Jamaluddin Nuhung yang mewakili pemerintah Kota Palopo dalam kesempatan itu berharap agar batas wilayah kabupaten / kota yang masuk atau berada dalam kawasan terssebut harus ditentukan agar tidak menimbulkan polemik sosial dimasa mendatang.  Dirinya juga berharap agar pelibata serta pemberdayaan komunitas masyarakat yang berada dikawasan Nanggala dapat diumanfaatkan untuk membantu menjaga kelangsungan pengelolaan kawasan wisata nanggala.” Pengelolaan kawasan nanggala harus membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat “ ujarnya seraya menegaskan bahwa pemanfaatan kawasan wisata tidak mengarah pada hal yang melanggar norma agama dan norma sosial seperti pergaulan bebas dan prostitusi.  Mari kita wujudkan dan kembangkan obyek wisata yang berbudaya dan wisata yang bernuansa religi “ tambahnya lagi. Kegiatan konsultasi publik tersebut turut dihadiri oleh kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Ir.Thomas Nifinluri,M sc ( Nurul Hikmah _ Diskominfo Palopo )