Palopo- Untuk menjaga eksistensi potensi sejarah dan budaya bumi Sawerigading, Pemerintah Kota menggelar event Festival Kota Pusaka yang secara resmi dibuka oleh Walikota Palopo, H.M.Judas Amir, MH di Saodenrae Convention Centre-Palopo, Jumat ( 17/3/2017).  Pembukaan acara tersebut diawali dengan penampilan tarian 3 etnies Tana Luwu.

Walikota Palopo H.M. Judas Amir mengapresiasi pelaksanaan festival tersebut dengan harapan kiranya sejarah kebesaran dan ketenaran Tana Luwu dimasa lampau jangan hanya jadi buah bibir semata, melainkan senantiasa diekspose agar masyarakat bisa mengenal tentang sejarah dan peninggalan leluhur yang masih tetap ada hingga saat ini. Walikota juga menyampaikan bahwa kedepan tidak menutup kemungkinan di daerah sekitar istana kedatuan Luwu, semua letak bangunan akan dikembalikan ke posisi semula demi menjaga keorisinilan sejarah. “ insya Allah kita juga akan berupaya mewujudkan harapan berdirinya sebuah museum  untuk menyimpan dan memamerkan benda-benda pusaka peninggalan leluhur ‘ tuturnya.

Kegiatan yang akan berlangsung selama 3 hari tersebut memamerkan beragam benda pusaka  Tana Luwu, pakaian adat, foto-foto zaman dulu tentang Kedatuan Luwu, lukisan sejarah yang menggambarkan Tana Luwu pada masa lampau. FKP yang digawangi oleh Bappeda Kota Palopo juga akan diwarnai dengan fashion street serta carnaval budaya sepanjang jalan Ahmad Yani, Palopo.

Pembukaan festival tersebut turut dihadiri Sri Paduka Datu Luwu, Andi Maradang Mackulau, Kepala Bappeda, Firmanza DP, sejumlah kepala SKPD, Satker Penataan Bangunan Dan Lingkungan (PBL) Provinsi Sulawesi Selatan, Dandim 1403 Sawerigading, Letkol Kav Cecep Tendi Sutendi , Wakapolres Palopo, Kompol Woro Susilo (Faisal Ibrahim)