Palopo- Setelah ditetapkan sebagai juara lomba kelurahan tingkat Kota Palopo berdasarkan SK Wali Kota Palopo nomor 231/IV/2017 , akhirnya kelurahan Dangerakko dikunjungi oleh tim penilai lomba kelurahan tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis(27/4/2017).Penyambutan tim penilai yang berjumlah 30 orang tersebut diselenggarakan di halaman kantor lurah Dangerakko, Kecamatan Wara. Tim penilai yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Prov.Sulawesi Selatan, Mustari Soba disambut oleh Walikota Palopo yang pada kesempatan itu diwakili oleh asisten I Setda Palopo, Drs.H.Burhan Nurdin,M.Si, Ketua TP PKK Palopo, Hj.Utiasari beserta sejumlah kepala SKPD, camat dan lurah se-Kota Palopo.

Sebagai wakil Kota Palopo yang juga sarat prestasi, kelurahan Dangerakko optimis memperoleh juara pada ajang bergensi tersebut. Hal itu diungkapkan oleh lurah Dangerakko, Sainal Sahid saat menyampaikan laporannya saat acara penerimaan. Hal tersebut kata lurah mantan penyiar tersebut bahwa selama ini kelurahan yang dipimpnnya telah pernah meraih sejumlah prestasi tingkat provisni diantaranya lomba pembinaan perpustakaan tingkat kelrahan pada tahun 2016. Selain itu, kata Sainal bahwa kelurahannya juga memiliki inovasi yang telah mendapat apresiasi dari pemprov Sul-Sel yaitu penerapan Kawasan Tanpa Rokok. “ kebijakan yang kami lakukan adalah dengan membangun komitmen bagi calon pasangan pengantin yakni menandatangani kesepakatan untuk mendukung program KTR “ ujarnya yang disambut aplaus.  Sementara itu, asisten I Setda Palopo berharap agar suatu saat nanti pemerintah Kota Palopo dapat mengirim lurah ke istana negara menjadi salah satu pemenang lomba kelurahan.

Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Prov.Sulawesi Selatan, Mustari Soba dalam sambutannya mengingatkan bahwa pelaksanaan lomba kelurahan adalah upaya untuk menguatkan sinergitas pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan tatanan wilayah kelurahan yang nyaman dan dapat diteladani.   Dirinya juga berpesan bahwa dalam wilayah perkotaan tidak mesti semua desa diubah statusnya menjadi kelurahan. “Kalau di Palopo ada wilayah berstatus desa, maka kita akan upayakan untuk membantu melalui dana desa “ ujarnya.(Yulianti/ Faisal-Diskominfo)