Palopo- Debat kandidat calon wali kota dan wakil wali kota Palopo periode 2018-2023 yang bertempat di gedung Saodenrae Convention Centre (SCC) Palopo, rabu(4/4/2018) berlangsung meriah. Pasangan calon nomor urut 1 H.M.Judas Amir, MH –Ir.H.Rahmat Masri Bandaso,M.Si dan pasangan calon nomor urut 2 DR.Akhamd Syarifuddin Daud – Budi Sada datang ke lokasi pelaksanaan debat dengan diiringi masing-masing tim pendukung.   Acara yang dipandu oleh dosen UMI Makassar tersebut menjadi ajang kedua pasangan untuk beradu program kerja.

Dalam pemaparannya paslon nomor urut 1 menekankan visi mewujudkan Palopo sebagai kota berkelanjutan 2020 dengan terciptanya keseimbangan antara pembangunan dan lingkungan, pasangan incumbent ini juga menyampaikan bahwa dirinya akan tetap mengedepankan peningkatan pelayanan dasar secara maksimal kepada masyrakat khususnya pada bidang pendidikan dan kesehatan serta mewujudkan lingkungan yang layak dan pengelolahan insfratruktur pelayanan publik bagi masyarakat.  Sedangkan paslon nomor urut 2 meyakinkan hadiri dan massa pendukungnya bahwa jika kelak diberi amahan memimpin kota Palopo akan memprioritaskan penjabaran tatanan pemerintahan yang baik, yang bersih dari praktik KKN.  Ia juga menjanjikan untuk menciptakan 2.700 lapangan pekerjaan baru dan akan memberi perhatian terhadap pengembangan usaha ekonomi kreativ. Meski terlihat ketegangan saat debat berlangsung namun suasana tersebut seolah mencair dipenghujung acara ketika kedua paslon saling bepelukan dan cipika cipiki satu sama lain bahkan bernyani bersama.   

Ketua KPU Palopo, Haidar Djidar, SH.MH mengatakan debat publik tersebut merupakan wahana untuk menguji dan mendengar secara mendalam visi misi setiap calon wali kota& wakil wali kota. Pada debat tahap pertama ini tema yang diusung terkait pembangunan berkelanjutan pada pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat dengan menghadirkan sejumlah panelis, diantaranya DR. Jayadi Nas( mantan ketua KPU SulSel) dan DR.Aswar Hasan ( mantan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia, Prov.SulSel). Haidar Djidar mengharapkan agar melalui debat tetap mengedepankan filosofi wija to Luwu yakni  sipakatau,sipakainga  dan sipakalebbi .

Suasana debat kandidat didukung oleh pengamanan yang sangat ketat untuk menghidari bentrok massa antara para pendukung pasang calon.  Selain dihadiri massa kedua paslon, debat tersebut juga dihadiri oleh ketua DPRD Kota Palopo,Dandim 1403,  Kapolres Palopo dan sejumlah tokoh masyarakat dan pimpinan perguruan tinggi se-Palopo.  Debat tersebut disiarkan langsung oleh Fajar TV Makassar sehingga dapat disimak oleh segenap lapisan masyarakat Palopo dan bahkan Sulawesi Selatan.  ( Nurul Baharuddin_Diskominfo Paloopo )