PERIKANAN DAN KELAUTAN 

                                    Sumber : Profil Kota Palopo, 2015

Letak Kota Palopo yang berbatasan langsung dengan Teluk Bone memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian, salah satunya adalah sub sektor perikanan. Produksi budidaya perikanan didominasi oleh perikanan laut dengan jumlah produksi 11.423,20, ton, sedangkan perikanan darat 1.859,10 ton. Produksi perikanan darat terdiri dari produksi tambak bandeng sebanyak 1.829,00 ton dan 30,10 produksi tambak udang, 171,40 ton produksi di kolam serta 72,00 ton untuk produksi di sawah (minapadi). 

                         Sumber : Profil Kota Palopo, 2015 

Produksi rumput laut Kota Palopo pada tahun 2012 sebesar 31,214 ton dengan total nilai produksi Rp 111,8 Milyar. Produksi rumput laut ini merupakan komoditas budidaya perikanan laut dan tambak dengan luas areal produksi mencapai 1.563 Ha.

Sebagai kota maritim, kota Palopo memiliki komoditas unggulan Rumput laut Gracilaria dengan kwualitas terbaik di dunia. Kota Palopo memproduksi 6.500 ton rumput laut di tahun 2012 dan mengekspor komoditas ini ke luar negeri melalui Pelabuhan Tanjung Ringgit. Dari bisnis komoditas rumput laut ini, perekonomian masyarakat bergerak senilai 45 milyar lebih di tahun 2012. Hal ini mendukung pertumbuhan ekonomi yang beberapa tahun ini mencapai 8% lebih.

 

NO

Kecamatan

Perikanan Laut

Tambak

Kolam

Sawah

Bandeng

Udang

1.

Wara Selatan

459

140,85

3,12

1,20

6,70

2.

Sendana

-

-

-

11,67

25,80

3.

Wara

-

-

-

-

-

4.

Wara Timur

4.671,25

98,75

2,95

-

-

5.

Mungkajang

-

-

-

0,75

1,25

6.

Wara Utara

3.596,80

56

1,72

-

-

7.

Bara

432,15

166,55

11,10

0,70

-

8.

Telluwanua

313,75

130

2,30

7,55

17

9.

Wara Barat

-

-

-

13,27

25

 

Jumlah

11.310,10

1.829,00

30,10

171,40

72,00

 

    Sumber: Palopo dalam Angka tahun 2013